Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Tuesday, January 8, 2019

Nabi Muhammad SAW Dalam Asuhan Orang-orang Hebat

Diantara kebiasaan pada orang-orang Arab kota Makkah, terutama pada orang-orang bangsawan, untuk menyusukan dan menitipkan bayibayi mereka kepada wanita Badiyah (dusun di padang pasir). Maksudnya agar bayi-bayi itu dapat menghirup hawa segar, terhindar dari penyakit, dan supaya bayi-bayi itu dapat berbicara dengan bahasa yang baik dan fasih. 
masa kecil

Nabi Muhammad Saw dalam asuhan Halimah

Demikian pula halnya Nabi Muhammad Saw. Setelah dilahirkan oleh ibunya baca "Keajaiban kelahiran Nabi Muhammad SAW", beliau disusui oleh Tsuwaibah Al-Aslamiyah selama 3 hari, sesudah penyusuan ibu beliau. Tsuwaibah adalah pelayan paman Nabi yang bernama Abi Lahab.Kemudian Nabi diserahkan oleh ibunya kepada seorang wanita Badiyah yang bernama “Halimatussa’diyah” dari Bani Sa’ad kabilah Hawazin. Tempat tinggalnya tidak jauh dari kota Makkah. Di perkampungan Bani Sa’ad inilah Nabi Muhammad Saw diasuh dan dibesarkan. 
nabi dirawat

Alangkah berbahagianya Halimah mendapatkan bayi Muhammad. Penghidupannya berubah menjadi baik, semula binatang ternaknya kuruskurus, kehidupannya agak menderita, dia termasuk keluarga yang miskin dan perawakannya juga agak kurus, sesuai dengan keadaan ekonominya di waktu itu. Anak kandungnya sendiri, pada mulanya sering menangis karena kelaparan dan kekurangan air susu.

Dengan pertolongan Allah Swt. setelah Nabi Muhammad berada di sisinya, binatang ternaknya berkembang-biak, tanam-tanamannya subur, penghidupannya makmur, air susunya menjadi banyak sehingga anaknya tidak merasa kelaparan lagi dan Halimah pun menjadi gemuk dan sehat. Halimah telah mendapat rahmat dari Allah Swt. dengan sebab memelihara Nabi, Halimah sangat menyayangi Muhammad seperti menyayangi anaknya sendiri.

Pada mulanya Nabi Saw. akan tinggal dengan Halimah selama 2 tahun, kemudian dengan permintaan Halimah sendiri supaya Nabi diizinkan tinggal terus bersama dia, maka permintaan Halimah ini diperkenankan oleh Aminah (ibu Nabi) sehingga tinggallah Nabi dengan Halimah selama 4 tahun.

Nabi Muhammad Saw dalam asuhan Ibunya

Mula-mula menurut perjanjian Aminah (Ibu Nabi) yang bernama lengkap Aminah binti Wahab bin ‘Abdi Manāf bin Zuhrah bin Kilāb dengan Halimah (yang mengasuh), Muhammad akan tinggal bersama Halimah selama 2 tahun saja, sesudah itu Halimah harus mengembalikan Muhammad kepada Aminah (ibu Nabi). Tetapi, rupanya setelah sampai masa perjanjian itu, Halimah masih belum sampai hati akan berpisah dengan Muhammad yang sangat disayanginya itu. Halimah menyayangi Muhammad seperti menyayangi anak kandungnya sendiri, apalagi keberkahan hidupnya selama memelihara anak yatim (Muhammad) itu, terasa olehnya rahmat yang diberikan Allah dalam kehidupannya selama itu.

Halimah berfikir dalam hatinya: “Muhammad mesti saya kembalikan kepada ibunya, dan ibunyapun terlalu menantikan pula kedatangan anaknya. Tetapi, saya akan mengajukan permohonan kepada Aminah, supaya anaknya itu diberikan lagi kepada saya, agar saya dapat mengasuhnya 2 tahun lagi. Mudah-mudahan Aminah akan mengabulkan permintaan saya ini.”

Pendapatnya itupun dilaksanakanlah, dan diantarkannya Muhammad ke rumah Aminah dan  diusulkannyalah supaya Aminah bermurah hati untuk melepaskan anaknya kembali dalam asuhannya sampai selama 2 tahun lagi. Rupanya usul itu diterima baik oleh Aminah, maka kembalilah Muhammad dalam pemeliharaan dan asuhan Halimah. Alangkah suka-cita rasa hati Halimah di waktu itu bahwa Muhammad telah ada lagi di sampingnya.

Setelah sampai waktu yang 2 tahun itu, terpaksalah Halimah menyerahkan Muhammad kepada Aminah, walaupun hatinya masih berat juga berpisah dengan Muhammad. Beliau mengajukan usul lagi seperti dahulu, Halimah telah merasa malu terhadap Aminah, dan Halimah selaku seorang ibu dapat pula merasakan perasaan yang terkandung pada diri Aminah yang sudah tentu pula sangat merindukan anaknya untuk tinggal bersama. Semenjak itu tinggallah Muhammad bersama ibunya, Aminah.

Setahun kemudian, yaitu sesudah Muhammad berusia kira-kira 6 tahun beliau dibawa oleh ibunya ke Madinah bersama-sama dengan Ummu Aiman. Maksud membawa Nabi ke Madinah ini, pertama untuk memperkenalkan ia kepada keluarga neneknya Bani Najjar, dan kedua untuk berziarah ke makam ayahnya, ‘Abdullah bin ‘Abdul Muṭṭalib bin Hasyim bin ‘Abdi Manāf bin Quṣaiy bin Kilāb. Kemudian diperlihatkan kepadanya rumah tempat ayahnya ketika dirawat di waktu sakit sampai meninggal, dan pusara tempat ayahnya dimakamkan. Ayah Nabi meninggal dunia sedang beliau dalam kandungan Ibunya kira-kira 6 bulan dan ada yang berpendapat 3 bulan, umur Ayah beliau 18 tahun, dia tidak meninggalkan harta benda yang banyak yang akan diwarisi oleh puteranya, hanya beliau meninggalkan beberapa ekor unta saja.

Mereka tinggal disana kira-kira 1 bulan. Ketika akan kembali ke Makkah dan baru sampai di kampung Abwa’, tiba-tiba Aminah jatuh sakit, sehingga meninggal dan dimakamkan di sana juga.

Bisa dibayangkan betapa sedih dan bingungnya Nabi Muhammad Saw. menghadapi musibah atas kematian ibundanya itu. Baru beberapa hari saja ia mendengar keluhan ibunya atas kematian ayahnya yang telah meninggalkannya sewaktu Nabi Muhammad Saw. masih dalam kandungan, sekarang ibunya telah meninggal pula di hadapan matanya sendiri. Akibatnya, dalam usia 6 tahun ia tinggal sebatang kara, menjadi seorang yatim-piatu, tiada berayah dan tiada beribu.

Setelah selesai pemakaman ibundanya, Nabi Muhammad Saw. segera meninggalkan kampung Abwa’ itu. Beliau kembali melanjutkan perjalanannya ke Makkah bersama-sama dengan Ummu Aiman. Dan sebagian sejarah mengatakan beliau kembali melanjutkan perjalanannya itu bersama Kakeknya, ‘Abdul Muṭṭalib. Sejarah yang lainpun mengatakan bahwa beliau kembali melanjutkan perjalanannya bersama Ṡuwaibah. 

Jadi, Nabi tinggal bersama dalam asuhan ibunya hanya 2 tahun. Maka semenjak saat itu pemeliharaannya di serahkan kepada kakeknya ‘Abdul Muṭṭalib.

Nabi Muhammad Saw. dalam asuhan Kakeknya

Ayah Nabi Muhammad Saw. bernama Abdullah. Ayah dari Abdullah bernama ‘Abdul Muṭṭalib. Kakek Nabi Muhammad Saw. itu sangat sayang kepadanya. Ketika mendengar bahwa cucunya telah lahir, bukan main girangnya hatinya, dan diberinya nama “Muhammad” artinya orang yang dipuji.
nabi

Allah Swt. telah memberikan nama kepada Nabi Muhammad Saw. dengan nama “Ahmad” artinya orang yang lebih dipuji, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Shaff ayat 6, yang artinya:
”Ingatlah ketika berkata Nabi Isa anak Maryam: “Ya Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, membenarkan bagi apa yang antara hadapanmu dan aku memberi khabar suka dengan kedatangan seorang Rasul yang datang sesudahku nanti, yang bernama Ahmad. Maka, tatkala datang Nabi Muhammad Saw. membawa keterangan yang nyata, mereka berkata: ini adalah sihir yang nyata” Maka, jelaslah nama Nabi Muhammad Saw. itu adalah dua buah, yaitu Muhammad, nama yang diberikan oleh kakeknya (‘Abdul Muṭṭalib) dan Ahmad, nama yang datang dari Allah swt.

Dengan kasih sayang yang diberikan oleh kakeknya itu, Nabi Muhammad Saw. merasa terhibur dan dapat melupakan kemalangan nasibnya terhadap kematian ibunya. Keadaan ini tidak lama berjalan. Sebab, baru saja berselang 2 tahun ia merasa terhibur di bawah asuhan kakeknya, akan tetapi kakeknya yang baik hati itu meninggal pula dalam usia 80 tahun. Nabi Muhammad Saw. ketika itu baru berusia 8 tahun.

Meninggalnya ‘Abdul Muṭṭalib itu, bukan saja merupakan kemalangan besar bagi Nabi Muhammad Saw., tetapi juga merupakan kemalangan bagi segenap penduduk Makkah. Akibat meninggalnya ‘Abdul Muṭṭalib itu, penduduk Makkah kehilangan seorang pembesar dan pemimpin yang cerdas, bijaksana, berani dan perwira yang tidak gampang mencari gantinya.

Sesuai dengan wasiat ‘Abdul Muṭṭalib maka Nabi Muhammad Saw. diasuh oleh pamannya Abu Ṭalib. Kesungguhan dia mengasuh Nabi serta kasih sayang yang dicurahkannya ini, tidaklah kurang dari apa yang diberikan kepada anaknya sendiri.

Nabi Muhammad Saw. dalam asuhan pamannya

Di antara paman Nabi Muhammad Saw. Abu Ṭalib termasuk salah seorang yang mempunyai anak banyak dan penghidupannya termasuk orang yang agak kurang mampu (miskin).

Pada waktu kecil,Nabi Saw. suka menggembala kambing kepunyaan orang-orang Makkah, dengan mendapatkan upah. Dengan upah tersebut cukup bagi beliau untuk bisa hidup dengannya.
perjalanan nabi

Pekerjaan sehari-hari Abu Ṭalib adalah berniaga (berdagang). Kemana saja dia berjalan sering di ikuti oleh Nabi, bahkan di waktu Abu Ṭalib pergi berdagang ke negeri Syam, maka Nabi diajak sertanya. Waktu itu Nabi berumur 12 tahun dan sebagian sejarah mengatakan 9 tahun. Sejak itulah Nabi Muhammad Saw.mulai belajar berdagang.

Abu Thalib mengasuh Nabi hingga menjadi dewasa. Dia pulalah yang melindungi jiwa Nabi Muhammad Saw., baik sewaktu masih kanak-kanak maupun setelah menjadi Rasul. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw. sangat sayang terhadap pamannya itu.

Abu Ṭalib mengatakan bahwa ia tidak pernah berpisah dengan Nabi Muhammad Saw. dalam usia 8-25 tahun. Dikatakan juga, bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak pernah dusta dan tidak pernah melakukan perbuatan Jahiliyah. Pernah diajak Abu Ṭalib untuk pergi mendatangi perayaan di hadapan berhala Hubal dengan menyembelih hewan.Nabi tidak bersedia dengan menjawab: “Tiap-tiap saya mendekati sebuah berhala, tampak kepada saya seorang laki-laki putih tinggi berteriak dengan mengatakan mundur Muhammad, jangan sentuh.”

Dengan demikian, tiap langkah yang dikerjakan oleh Nabi sejak kecilnya pasti benar. Karena senantiasa terjaga dan dibimbing oleh Allah Swt. Beliau benar-benar memiliki akhlak yang mulia sesuai dengan tugasnya, sebagaimana sabdanya, yang artinya:
”Sesungguhnya saya diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (HR.Baihaki)

والله أعلم بالصواب

Thursday, August 30, 2018

KEAJAIBAN KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW

Keajaiban Kelahiran Nabi Muhammad SAW - Sebelum lahirnya Rasulullah SAW, kemerosotan moral, pembunuhan, perang, perbudakan dan perampokan merupakan hal yang biasa terjadi di Makkah. Bayi perempuan yang lahir di kubur hidup-hidup, karena dalam pandangan jahiliyah perempuan tidak ada harganya sama sekali, yang kuat menindas yang lemah dan mereka menjadikan patung-patung berhala sebagai tuhan serta melupakan ajaran yang telah dibawa oleh nenek moyang mereka, Nabi Inrahim AS, untuk hanya menyembah satu Tuhan yaitu Allah SWT.

keajaiban kelahiran nabi muhammad saw


Di saat kebuntuan terus merajalela, datanglah seorang pembawa cahaya, ibarat bintang yang menghiasi pekatnya malam, ia bukan bintang yang biasa, tapi bintang yang sangat luar biasa, bahkan matahari disiang haripun malu menampakan sinarnya, karena bintang ini adalah maha bintang yang dilahirkan dimuka bumi. Ia adalah cahaya didalam dada dan ia adalah Rasulullah Muhammad SAW. 
Banyak peristiwa besar yang terjadi menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW antara lain :

1. Pasukan Gajah dan Burung Ababil

Raja Abrahah merasa kesal karena banyaknya orang yang berbondong-bondong untuk mengunjungi Ka'bah, sehingga dia membangun greja yang megah di Yaman untuk menyaingi Ka'bah. Namu gereja tersebut diabaikan, malah ada yng melemparinya dengan kotoran manusia. Raja Abrahah marah, sehingga dia memutuskan untuk menghancurkan ka'bah.

Dalam perjalanan, pasukan gajah Abrahah yang dipimpin oleh panglima Abu Rughal diserang oleh burung-burung ababil yang membawa batu-batu panas dan berpijar dari neraka.

2. Api Majusi Padam

Sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan, masyarakat Majusi menyembah berhala dan menganggap api sebagai Tuhuan. Api itu tidak pernah padam selama beratus-ratus tahun. Namun, pada saat Nabi Muhammad SAW lahir, api itu mati seketika. Para pengikut majusi berusaha menyalakan apinya, tetapi api itu tidak bisa menyala lagi.

3. Jin Tidak Bisa Mencuri Berita

Sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW para jin leluasa mencuri berita gaib dari langit untuk disampaikan kepada para tukang sihir. Setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW, jin yang berusaha mencuri dengar berita gaib dari langit akan menjumpai panah api yang akan membunuh mereka.

4. Bintang Besar Bercahaya

Para ahli kitab (kaum Yahudi dan Nasrani) melihat bintang besar dan bercahaya tepat dihari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sebelumnya bintang itu tidak pernah terlihat. Diantara mereka ada yang berseru " Nabi penutup zaman telah lahir".

5. Salam Burung-burung

Saat kelahiran Nabi muhammad SAW, burung-burung indah berterbangan diatas langit Makkah dan berkicau, seolah memberi salam sejahtera kepada nabi akhir zaman.

6. Pohon Kurma Kering Kembali Berbuah

Di dalam kitab Injil (kitab suci nabi Isa as) digambarkan tentang tanda-tanda kelahiran nabi muhammad SAW " ketika pohon-pohon kurma yang sudah kering tiba-tiba keluar daunnya, maka pada saat itulah Nabi Muhammad SAW telah lahir kedunia ini".

Hal itu benar terjadi, namun orang-orang yahudi menyembunyikannya, karena kedengkian mereka kepada Nabi Muhammad SAW yang bukan berasal dari Bani Israil.

7. Mata Air Kering Memancar Kembali

Di dalam kitan Zabur (kitab suci Nabi Daud as) dikabarkan juga tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW" ketika mata air yang sudah kalian ketahui dalam keadaan kering tiba-tiba memancarkan air dengan derasnya, maka saat itulah Nabi Muhammad SAW telah lahir kedunia". karena kedengkian orang-orang Yahudi pula, mereka menyembunyikan tanda-tanda yang telah diketahui.

8. Berhala Bersujud

Diriwayatkan bahwa sesungguhnya Abdul Muthalib berkata, " sewaktu aku berada didekat Ka'bah, patung berhala yang ada didalam Ka'bah tiba-tiba jatuh dari tempatnya dalam keadaan bersujud kepada Allah SWT. Aku juga mendengar suara dari dinding Ka'bah, "Nabi terpilih telah lahir yang akan menghancurkan orang-orang kafir dan membersihkan aku dari benerapa patung berhala serta memerintahkan untuk menyembah kepada Dzat Yang Maha Merajai Alam ini".

9. Suara Dari Dalam Ka'bah

Ada suara lain dari dalam Ka'bah saat Rasulullah SAW lahir, antara lain bunyinya " Katakanlah, telah datang kebenaran (Islam) dan tidak akan memulai kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran".

10. Aminah Tidak Merasa Letih

Selama mengandung nabi Muhammad SAW Sayyidah Aminah sang ibunda tidak pernah merasa letih akibat kandungannya, padahal setiap wanita yang hamil selalu merasa letih karena kandungannya.

11. Aminah Tidak Merasa Sakit

Sayyidah Aminah tidak pernah merasa kesakitan saat melahirkan Nabi Muhammad SAW, padahal setiap wanita yang melahirkan seorang anak pasti merasakan sakitnya melahirkan, padahal pada saat itu belum ada obat bius sehingga proses kelahiran Nabi Muhammad SAW benar-benar secara alami.

والله أعلم بالصواب

Thursday, August 23, 2018

KEAJAIBAN SARANG LEBAH MADU

Keajaiban Sarang Lebah Madu - Lebah menghasilkan madu lebih banyak dari pada yang dibutuhkannya dan menyimpannya disarang. Semua orang mengenal struktur heksagonal sarang lebah. Pernahkah kita bertanya-tanya dalam hati, mengapa sarang lebah berbentuk heksagonal, bukan oktagonal atau pentagonal ?....

keajaiban sarang lebah madu


Para ahli Matematika menyimpulakan atas pertanyaan tersebut, bahwa Heksagon adalah bentuk geometri paling tepat untuk penggunaan maksimum suatu ruang. Sel berbentuk heksagonal membutuhkan jumlah lilin minimum, tetapi mampu menyimpan madu dalam jumlah maksimum. Jadi, lebah menggunakan struktur sarang yang paling tepat.

Metode yang digunakan untuk membangunnya pun sangat menakjubkan, lebah-lebah memulainya dari dua atau tiga tempat berbeda dan menjalin sarangnya secara serentak dengan dua atau tiga deretan. Meskipun memulai dari tempat yang berbeda-beda, lebah yang jumlahnya banyak ini membuat heksagon-heksagon identik, kemudian menjalinnya jadi satudan bertemu di tengah-tengah. Titik-titik sambungannya dipasang dengan begitu terampil sehingga tidak ada tanda-tanda telah digabungkan.

Melihat kinerja luar biasa ini, kita harus benar-benar mengakui kehendak agung yang mengatur mahluk-mahluk ini. Tetapi evolisionis menjelaskan prestasi ini dengan konsep "insting" dan mencoba mengajukannya sebagai sifat sederhana pada lebah. Namun, jika ada insting yang berperan mengendalikan semua lebah dan kalaupun semua lenah bekerja dengan harmonis walau tanpa saling bertukar informasi, berarti ada suatu keajaiban agung yang mengatur seluruh mahluk kecil ini. 

Tegasnya, Allah sang pencipta mahluk-mahluk kecil ini, mengilhami mereka dengan apa yang harus mereka kerjakan, seperti yang telah Allah firmankan dalam Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 68-69 :

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ (٦٨)ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٦٩

Artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (68) “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu), dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (69).

والله أعلم بالصواب

Monday, July 30, 2018

PERISTIWA KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW

Peristiwa Kelahiran Nabi Muhammad SAW - Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan Allah SWT. Beliau diutus untuk menyempurnakan agama Allah SWT yang telah diajarkan oleh para Nabi terdahulu. Beliau adalah manusia biasa seperti kita. Namun, beliau diberi keistimewaan oleh Allah SWT. Hal itu merupakan tanda-tanda kenabian bagi Nabi Muhammad SAW. Banyak peristiwa luar biasa yang terjadi pada saat menjelang kelahirannya, pada waktu lahirnya dan dalam perjalanan hidupnya sejak bayi hingga beliau wafat.

peristiwa kelahiran nabi muhammad saw

Kakek Nabi Muhammad SAW adalah orang yang dipercaya memelihara serta menjaga Ka'bah dan sumur zam-zam. Saat Abdul Muthalib mengajak penduduk Makkah bergotong royong memperbaiki sumur zam-zam banyak yang menolak ajakan itu dan hannya beberapaorang saja yang membantunya. Hannya anaknya yang bernama Al-Harits yang waktu itu merupakan anak satu-satunya yang setia membantu penggalian sumur zam-zam tersebut.

Pada waktu kesulitan itulah Abdul Muthalib bernazar (bersumpah) jika nanti dikaruniai 10 anak laki-laki, ia akan mengorbankan satu diantaranya. Ketika Abdul Muthalib telah dikaruniai sepuluh anak laki-laki, nazar tersebut benar-benar dilaksanakannya. Untuk menentukan siapa yang dikorbankan, Abdul Muthalib mengundinya, Undian itu jatuh kepada Abdullah (Ayah Nabi Muhammad SAW), padahal Abdullah adalah anak kesayangan Abdul Muthalib dan juga sangat disayang oleh saudara-saudaranya.

Atas saran kaum Quraisy dan saran seorang perempuan ahli nujum (ramal) dari Hijaz, undian itu harus diulang bukan dengan anak-anaknya tetapi dengan sepuluh ekor unta. Namun, undian itu tetap jatuh kepada Abdullah. Oleh karena itu, kaum Quraisy menmbah lagi sepuluh ekor unta. Demikianlah undian itu diulang-ulang hingga jumlah unta mencapai seratus ekor unta. Setelah jumlah unta itu mencapai seratus undian pun jatuh kepada seratus ekor unta. Namun Abdul Muthalib belum puas kemudian diundi lagi hingga tiga kali dan hasilnya selalu jatuh kepada seratus ekor unta. Selamatlah Abdullah dari penyembelihan dan Abdul Muthalib pun melaksanakan nazarnya dengan memotong unta.

Selamatnya Abdullah dari penyembelihan karena Allah SWT berkehendak menjaga Abdullah sebagaimana Allah SWT telah menjaga Nabi Isma'il AS dari penyembelihan karena pengorbanan dan keikhlasannya.